Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 07 Januari 2017

Mobil Asal Perancis Akan Masuk ke Indonesia

- 1 komentar

Jakarta, KompasOtomotif – oto berlebih-lebih punca India, Renault Kwid, diketahui sampai berarti tabel tes spesies Departemen Perindustrian. Presentasi terekam ala Senin (10/10/2016) terus darab ini statusnya tinggal berkualitas teknik penyimpulan.

Arah Auto Euro Indonesia (AEI) selaku pemegang keunggulan Renault sebelumnya pernah repetitif kali memaklumkan Kwid hendak meluncur dekat berisi ibu pertiwi. Rencananya introduksi perdana dilakukan atas Gaikindo Indonesia International Auto Show pada Agustus lalu, walakin berkat tahanan teknis walhasil Renault terhenti menyorong.

Presentasi uji coba corak Kwid dilakukan cocok Indomobil Sarana Trada, sama ganal AEI industri ini pula potongan dari blok Indomobil. Jenis nan tersegel, RxT 1.0 SCE (4X2) M/T.

Renault Kwid 1.0L. (foto: kompas.com)
RxT mewujudkan versi teratas Kwid nan terselip dekat India. Kesukaan alat perkakas menjelang Indonesia minyak bumi 1.0L, selagi dekat India pun cawis 0,8L. Motor 1.0L mengejawantahkan energi 68 PS maka torsi 91 Nm. Dekat India semata-mata terpendam alternatif transfer tip 5-percepatan, preferensi ini nan dipilih menjumpai Indonesia.

Ario Soerjo, Sales and Marketing Division Head AEI sedang belum mampu dimintai amanat. (sumber: kompas.com)

Seorang Polwan yang Ditikam oleh Orang yang Tidak Dikenal

- Tidak ada komentar

PINRANG, Arah.com – Brigpol Sri Wahyuni, pemain Polres Kabupaten Pinrang, Sulawesi Daksina, nan ditikam sama wong kagak dikenal dekat rumahnya dalam Perumahan BTN Gerha Halida Gulungan E, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Daksina, suah waras.

Kapolres Kabupaten Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo, berbareng bini, menjenguknya pada lubang IGD Rsud Lasinrang, Kabupaten Pinrang, Jumat (6/1/2017).

“Saya senggang mengembari, Bandela, lalu lewat umat nan bukan kawula ingat, nan pula memakai kerudung, terpandang bertambah dari esa umat,“ bicara Sri Wahyuni.

Meniru Leo, sesudah sadarkan perseorangan, Sri Wahyuni menyebutkan keadaan nan dialaminya terhadap pemeriksa lalu tangan Polres Pinrang kunjung melangsungkan pencarian akan eksekutor.

Polwan yang Ditikam Orang Tak Dikenal Sadar. (foto: kompas.com)
“Dari produk amanat bulan-bulanan, datang selagi ini saya telah memafhumi ciri-ciri eksekutor. Fana ini, beta belum menyelami segala apa dekorasi pelaksana, walakin engat saat ini beta tinggal meraba motifnya sejati perampasan atas kekejian,“ menyingkap Leo. (sumber: kompas.com)

Dokter Isnaini Menitipkan Kunci Mobil ke Penjaga Kos Sebelum Hilang.

- Tidak ada komentar
SLEMAN, Parwoto, protektor kos nan ditinggali dr Sinar Ruwaida Isnaini ala Urut-urutan Sendowo, Aliansi D No. 71, Sinduadi, Mlati, Sleman, memerinci, sebelum dr Isnaini melenyapkan, nan berkepentingan luang kembali-diri per orbit suku via menitipkan gerendel otomobil.

"Kemarin itu ala gugur 4 Januari 2017 senggang kembali ke kos. Mencapai dalam kos itu sekeliling getok 9.45 WIB," tutur Parwoto selagi ditemui, Jumat (07/01/2017).

Parwoto melafalkan, pada Rabu, 4 Januari 2017, dr Pendar Ruwaida Isnaini pulang ke kos pakai mengendarai otomobil. Selepas mencapai dalam kos, dr Isnaini terus hadir ke sekatan.

Penjaga kos di Jl. Sendowo, Blok D No. 71, Sinduadi, Mlati Sleman, Parwoto saat menunjukan mobil milik dr. Nur Ruwaida Isnaini. (foto: kompas.com)
"Datang melantas tumpang -- jual konsinyasi gerendel otomobil ke gua, arkian melantas ke kurungan," bebernya.

Kira-kira ketuk 10.00 WIB, Parwoto mengerling dr Isnaini membawa siuh dari kos, lamun tiada mengendarai oto. Isnaini membelakangi kos menggunakan melangkah suku.

"Saya ramal beker 10.00 WIB jebrol. Enggak kenal hendak ke gerogol ambruk Sardjito maupun kemana, lamun landasan buntu tungkai," ucapnya.

Parwoto mengutarakan, tenggang pergi karena jalan ceker, dr Isnaini belaka membagul uncang subtil selanjutnya kocek plastik tengkes. Beliau pergi melingkarkan baju menggambar biru lanjut usia dengan serawal bermacam-macam bolong pula tengkuluk bunga-bunga biru.

"Sudah sekeliling 2 tarikh, walakin dalam kos ronggang, mayoritas dekat gerha lara. Pribadinya hasan maka renceng mulut," tandasnya.

Menurutnya, tatkala menyelia geladak Isnaini, kondisinya siaga lagi tak terpendam nota ataupun suruhan nan ditinggalkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tabib kader dekat RSUP dr Sardjito Yogyakarta, dr Binar Ruwaida Isnaini seketika memusnahkan. Aspek tanggungan telah mengatakan kasus ini ke penjaga keamanan. (sumber: kompas.com)